Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Tips dan Trik Merapikan Rumah Dengan Cepat

Membersihkan rumah merupakan pekerjaan yang tidak mengecewakan mudah. Namun tak jarang pekerjaan ini paling banyak menyita waktu, apalagi bagi yang tidak biasa melakukannya. Dijamin, pekerjaan yang tadinya hanya butuh waktu 5-10 menit ibarat menyapu ruangan sekaligus di pel, malah bertambah usang jadi 20 menit bahkan lebih.

Kenapa bisa? Salah satu penyebabnya bisa jadi alasannya ialah kebanyakan ngoceh alias ngedumel. Hayooo... siapa nih yang suka begini di rumahnya. Padahal cuma di suruh menyapu loh, belum disuruh mengerjakan pekerjaan rumah lainnya.

Nah, buat kau yang suka mengerjakan pekerjaan rumah sendiri setiap harinya, bukan cuma menyapu dan mengepel doang ya. Ada baiknya mulai kini memikirkan taktik yang tepat, supaya setiap kali membersihkan atau merapikan rumah bisa praktis, cepat, ekonomis waktu dan juga tenaga.

Sangat jarang loh orang yang menunjukkan cukup perhatian pada taktik merapikan rumah. Jangankan mau melaksanakan inovasi, memikirkan bagaimana cara cepatnya aja kebanyakan ogah-ogahan.

Tapi hening aja, kali ini saya berhasil merangkum beberapa trik dalam merapikan rumah. Sehingga kau yang punya harapan untuk menghemat waktu dan tenaga bisa eksklusif mempraktekkannya. Seperti apa trik yang saya maksud, berikut langkah-langkahnya yang saya rangkum dari Idea Online dan saya modifikasi menurut pengalaman pribadi biar lebih menarik.

Jangan Persulit Diri

Hayooo... kenapa nggak boleh mempersulit diri? Jawabannya silahkan isi sesuai kemampuan masing-masing. Hehehe...

Menurut Kate Brown, seorang organizer profesional bersertifikat dan pemilik Impact Organizing, hal pertama yang musti dilakukan ketika proses merapikan rumah ialah sebaiknya yang bisa memudahkan diri sendiri. Dengan kata lain sebaiknya segalanya dibentuk lebih praktis.

Contohnya, hindari "menyembunyikan" keranjang cucian kotor di belakang lemari. Sebaliknya, gunakan keranjang terbuka yang gampang diakses. Sehingga kau sanggup melemparkan/meletakkan pakaian kotor dengan mudah. Efek sampingnya akan membuatmu lebih disiplin dalam menempatkan cucian kotor.

Gunakan juga penyimpanan terbuka untuk keperluan lain, ibarat keperluan mandi dan memasak. Dengan cara ini, kau tidak malas menyimpan barang-barang kembali pada tempatnya. Bila perlu kau terapkan pada daerah sampah. Semakin sedikit langkah yang harus ditempuh, sistem pengaturan akan semakin baik.

Jadi, harap buang jauh-jauh slogan “Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah?

Soalnya yang akan kau bersihkan ialah rumah sendiri dan itu bukan kiprah kuliah atau kiprah magang, yang notabene slogan di atas seringkali digunakan.

Banyak Tempat Penyimpanan Bukan Solusi

Ketika ingin membenahi rumah, banyak orang justru "terperangkap" harapan untuk menyediakan lebih banyak daerah penyimpanan yang bergotong-royong tidak mereka butuhkan. Padahal, kunci bergotong-royong ialah mengevaluasi diri sendiri.
Selalu ingat "aturan" 80/20. Maksudnya, orang-orang hanya memakai 20 persen barang-barang yang mereka miliki di rumah. Dengan mengingat "peraturan" ini, akan membuatmu sadar bahwa di sekelilingmu banyak barang-barang yang bergotong-royong sudah tidak lagi diperlukan. Dengan menyingkirkannya bisa menghemat isi dompet dalam penyediaan tempat, serta mengurangi "sakit kepala" dalam situasi-situasi darurat. 

Evaluasi Sistem Yang Diterapkan

Jika sudah selesai merapikan rumah, namun masih tampak berantakan, itu tandanya sudah saatnya untuk memperbaiki sistem kau terapkan. Pertama, singkirkan barang yang tidak dibutuhkan. Kedua, kumpulkan barang-barang menurut penggunaannya. Kemudian simpan benda-benda tersebut pada kontainer terbuka.

Ketika menentukan daerah penyimpanan, usahakan berbentuk persegi. Bentuk tersebut jauh lebih menghemat daerah ketimbang bentuk melingkar atau bentuk lainnya. Setelah semuanya mempunyai tempat, jangan lupa untuk menunjukkan nama pada masing-masing daerah tersebut. Biar lebih memudahkan dicari ketika sewaktu-waktu dibutuhkan gitu.

Usahakan seluruh keluarga mengetahui "sistem" yang kau terapkan. Tujuannya, supaya mereka sanggup membantu mengembalikan barang-barang pada tempatnya dan menjaga keteraturan di dalam rumah.

Terlalu Penuh = Alarm

Setelah menyediakan daerah penyimpanan untuk segala hal, kau akan mengetahui dengan pasti, kapan waktunya untuk menyingkirkan barang-barang tersebut. Sebagai contoh, jika memiliki daerah khusus untuk majalah, maka hal itu akan menyadarkanmu jikalau daerah majalah sudah penuh, artinya harus segera disingkirkan.

Jangan Biarkan Laci Berantakan

Jangan biarkan tempat-tempat "tersembunyi" di rumah menjadi "sarang" tumpukan barang. Buat laci tetap teratur dan isinya tidak menumpuk. Sebaiknya pisahkan penggalan dalam laci dengan kontainer-kontainer mungil. Dan lebih baik dipisahkan sesuai kegunaannya masing-masing.

Hindari Kebiasaan Menumpuk Barang

Beberapa lokasi berpotensi menjadi lokasi barang-barang menumpuk. Contoh meja makan, meja di bersahabat pintu masuk rumah, dan meja dapur. Sebaiknya "singkirkan" kesempatan barang-barang menumpuk dengan cara "memenuhi" area itu lebih dahulu.  Sebagai contoh, jikalau kau cenderung memenuhi meja makan dengan tumpukan barang-barang, berikan pemisah pada penggalan tengahnya.

Tempat Penyimpanan Barang Praktis Diraih

Terakhir, perhatikan lokasi penyimpanan barang-barang. Bagi barang-barang yang sering digunakan, sebaiknya disimpan pada lokasi gampang diraih. Sebaliknya, bagi barang-barang "musiman", sebaiknya simpan pada lokasi-lokasi kondusif yang lebih sulit dijangkau. Cara ini menciptakan aktivitasmu di dalam rumah jadi lebih efisien dan tentu tak perlu membongkar daerah penyimpanan alasannya ialah terhalang "barang-barang musiman".

Selamat mempraktekkan.

BTN Antara Makassar, 19 April 2017
Read More

Tips dan Trik Merapikan Rumah Dengan Cepat

Membersihkan rumah merupakan pekerjaan yang tidak mengecewakan mudah. Namun tak jarang pekerjaan ini paling banyak menyita waktu, apalagi bagi yang tidak biasa melakukannya. Dijamin, pekerjaan yang tadinya hanya butuh waktu 5-10 menit ibarat menyapu ruangan sekaligus di pel, malah bertambah usang jadi 20 menit bahkan lebih.

Kenapa bisa? Salah satu penyebabnya bisa jadi alasannya ialah kebanyakan ngoceh alias ngedumel. Hayooo... siapa nih yang suka begini di rumahnya. Padahal cuma di suruh menyapu loh, belum disuruh mengerjakan pekerjaan rumah lainnya.

Nah, buat kau yang suka mengerjakan pekerjaan rumah sendiri setiap harinya, bukan cuma menyapu dan mengepel doang ya. Ada baiknya mulai kini memikirkan taktik yang tepat, supaya setiap kali membersihkan atau merapikan rumah bisa praktis, cepat, ekonomis waktu dan juga tenaga.

Sangat jarang loh orang yang menunjukkan cukup perhatian pada taktik merapikan rumah. Jangankan mau melaksanakan inovasi, memikirkan bagaimana cara cepatnya aja kebanyakan ogah-ogahan.

Tapi hening aja, kali ini saya berhasil merangkum beberapa trik dalam merapikan rumah. Sehingga kau yang punya harapan untuk menghemat waktu dan tenaga bisa eksklusif mempraktekkannya. Seperti apa trik yang saya maksud, berikut langkah-langkahnya yang saya rangkum dari Idea Online dan saya modifikasi menurut pengalaman pribadi biar lebih menarik.

Jangan Persulit Diri

Hayooo... kenapa nggak boleh mempersulit diri? Jawabannya silahkan isi sesuai kemampuan masing-masing. Hehehe...

Menurut Kate Brown, seorang organizer profesional bersertifikat dan pemilik Impact Organizing, hal pertama yang musti dilakukan ketika proses merapikan rumah ialah sebaiknya yang bisa memudahkan diri sendiri. Dengan kata lain sebaiknya segalanya dibentuk lebih praktis.

Contohnya, hindari "menyembunyikan" keranjang cucian kotor di belakang lemari. Sebaliknya, gunakan keranjang terbuka yang gampang diakses. Sehingga kau sanggup melemparkan/meletakkan pakaian kotor dengan mudah. Efek sampingnya akan membuatmu lebih disiplin dalam menempatkan cucian kotor.

Gunakan juga penyimpanan terbuka untuk keperluan lain, ibarat keperluan mandi dan memasak. Dengan cara ini, kau tidak malas menyimpan barang-barang kembali pada tempatnya. Bila perlu kau terapkan pada daerah sampah. Semakin sedikit langkah yang harus ditempuh, sistem pengaturan akan semakin baik.

Jadi, harap buang jauh-jauh slogan “Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah?

Soalnya yang akan kau bersihkan ialah rumah sendiri dan itu bukan kiprah kuliah atau kiprah magang, yang notabene slogan di atas seringkali digunakan.

Banyak Tempat Penyimpanan Bukan Solusi

Ketika ingin membenahi rumah, banyak orang justru "terperangkap" harapan untuk menyediakan lebih banyak daerah penyimpanan yang bergotong-royong tidak mereka butuhkan. Padahal, kunci bergotong-royong ialah mengevaluasi diri sendiri.
Selalu ingat "aturan" 80/20. Maksudnya, orang-orang hanya memakai 20 persen barang-barang yang mereka miliki di rumah. Dengan mengingat "peraturan" ini, akan membuatmu sadar bahwa di sekelilingmu banyak barang-barang yang bergotong-royong sudah tidak lagi diperlukan. Dengan menyingkirkannya bisa menghemat isi dompet dalam penyediaan tempat, serta mengurangi "sakit kepala" dalam situasi-situasi darurat. 

Evaluasi Sistem Yang Diterapkan

Jika sudah selesai merapikan rumah, namun masih tampak berantakan, itu tandanya sudah saatnya untuk memperbaiki sistem kau terapkan. Pertama, singkirkan barang yang tidak dibutuhkan. Kedua, kumpulkan barang-barang menurut penggunaannya. Kemudian simpan benda-benda tersebut pada kontainer terbuka.

Ketika menentukan daerah penyimpanan, usahakan berbentuk persegi. Bentuk tersebut jauh lebih menghemat daerah ketimbang bentuk melingkar atau bentuk lainnya. Setelah semuanya mempunyai tempat, jangan lupa untuk menunjukkan nama pada masing-masing daerah tersebut. Biar lebih memudahkan dicari ketika sewaktu-waktu dibutuhkan gitu.

Usahakan seluruh keluarga mengetahui "sistem" yang kau terapkan. Tujuannya, supaya mereka sanggup membantu mengembalikan barang-barang pada tempatnya dan menjaga keteraturan di dalam rumah.

Terlalu Penuh = Alarm

Setelah menyediakan daerah penyimpanan untuk segala hal, kau akan mengetahui dengan pasti, kapan waktunya untuk menyingkirkan barang-barang tersebut. Sebagai contoh, jika memiliki daerah khusus untuk majalah, maka hal itu akan menyadarkanmu jikalau daerah majalah sudah penuh, artinya harus segera disingkirkan.

Jangan Biarkan Laci Berantakan

Jangan biarkan tempat-tempat "tersembunyi" di rumah menjadi "sarang" tumpukan barang. Buat laci tetap teratur dan isinya tidak menumpuk. Sebaiknya pisahkan penggalan dalam laci dengan kontainer-kontainer mungil. Dan lebih baik dipisahkan sesuai kegunaannya masing-masing.

Hindari Kebiasaan Menumpuk Barang

Beberapa lokasi berpotensi menjadi lokasi barang-barang menumpuk. Contoh meja makan, meja di bersahabat pintu masuk rumah, dan meja dapur. Sebaiknya "singkirkan" kesempatan barang-barang menumpuk dengan cara "memenuhi" area itu lebih dahulu.  Sebagai contoh, jikalau kau cenderung memenuhi meja makan dengan tumpukan barang-barang, berikan pemisah pada penggalan tengahnya.

Tempat Penyimpanan Barang Praktis Diraih

Terakhir, perhatikan lokasi penyimpanan barang-barang. Bagi barang-barang yang sering digunakan, sebaiknya disimpan pada lokasi gampang diraih. Sebaliknya, bagi barang-barang "musiman", sebaiknya simpan pada lokasi-lokasi kondusif yang lebih sulit dijangkau. Cara ini menciptakan aktivitasmu di dalam rumah jadi lebih efisien dan tentu tak perlu membongkar daerah penyimpanan alasannya ialah terhalang "barang-barang musiman".

Selamat mempraktekkan.

BTN Antara Makassar, 19 April 2017
Read More

Hijau di Lahan Sempit (sumber : www.ideaonline.co.id)
Punya rumah tapi nggak punya taman, rasanya tuh menyerupai sayur tanpa garam. Hambar alias selalu ada yang kurang.

Eh, tapi tunggu dulu. Terkadang pemilik rumah punya alasan tersendiri loh kenapa hingga huniannya tidak punya taman atau terlihat kurang hijau. Salah satunya sebab keterbatasan lahan.

Ya, lahan yang terbatas. Persoalan lahan minim seringkali menjadi problem tersendiri bagi para pemilik rumah. Apalagi bagi yang mempunyai hobi merawat tanaman, bercocok tanam dan sebangsanya. Dimana hal ini akan mematikan hobi hingga kreatifitas yang selama ini menciptakan tetap produktif.

Masa sih hingga segitunya? Ya, sebab lahan yang minim menjadikan pemilik rumah berpikir keras untuk tidak sembarangan dalam mengatur dan mengolah ruangan di area hunian yang dimiliki. Maka jangan heran saat menemukan sebuah hunian yang tampilannya jadi kurang memikat sebab ada salah satu point yang kurang. Misalnya tidak mempunyai taman.

Rumah yang di desain sekeren apa pun, kalau tidak mempunyai taman atau umumnya kurang hijau, akan menciptakan psikologi siapa pun yang melihatnya jadi berubah. Dampaknya akan menyebabkan banyak sekali macam penilaian, mulai dari kurang menarik, niscaya gerah kalau berlama-lama di dalam, dan penilaian-penilaian lainnya yang tentu saja lebih banyak negatifnya daripada positifnya.

Nah, buat kau yang mempunyai lahan yang minim atau pas-pasan tentu lebih condong berpikir bakal susah menjadikan area tersebut terlihat hijau. Sedangkan di satu sisi, kau paham betul bahwa taman mempunyai segudang manfaat. Sekadar informasi, penghijauan di rumah tak harus selalu berpatok pada kehadiran taman. Masih ada banyak cara lain yang bisa kau lakukan kalau kau berpikir lebih kreatif lagi.

Yups, di jaman teknologi menyerupai kini ini, kau bisa menghadirkan suasana asri dan sejuk dengan banyak sekali cara. So… jangan pribadi berkecil hati, lebih-lebih lagi buat kau yang hobinya tidak jauh-jauh dari bercocok tanam. Lahan yang terbatas tidak lagi menjadi persoalan untuk menciptakan hobimu tetap hidup.

Pertanyaannya yaitu “Bagaimanakah cara mewujudkannya impian tersebut sedangkan lahan yang dimiliki minim sekali?”

Mau tahu jawabannya, berikut beberapa ide yang bisa kau lakukan untuk mengakali pemeliharaan tumbuhan dengan kondisi lahan yang terbatas. Inspirasi ini saya kutip dari www.rumahguide.id dan kemudian saya olah kembali semoga semakin menarik, tentu dengan tidak mengurangi ide di dalamnya.

Merambatkan Tanaman di Pagar

Besi-besi pagar sanggup dijadikan sebagai media untuk tumbuhan rambat. Tak hanya pagar yang bisa ditutupi dengan rambatan tanaman, tetapi juga kanopi dan roster, termasuk tembok. Ada banyak jenis tumbuhan rambat yang dijua dan bisa kau dapatkan di pasaran.

Satu hal yang harus di ingat, kalau tumbuhan tersebut sudah terlalu lebat, sebaiknya segera lakukan pemangkasan semoga serangga tak bersarang dan tidak menghalangi sinar matahari (kecuali memang difungsikan sebagai peneduh).

Menggantung Tanaman

Yang satu ini tak kalah unik, kau sanggup merawat tumbuhan dalam pot plastik yang kemudian ditambahkan kawat untuk menggantung pot. Teras, garasi, dan daerah lain yang cukup cahaya dan udara bisa menjadi pilihan daerah untuk meletakkan tumbuhan gantung. Agar tumbuhan tetap tumbuh tegak, Anda bisa menambahkan kawat dan tali-tali pengikat yang menghambat pergerakan tumbuhan selain ke atas.

Saya yakin, kau niscaya lebih kratif untuk opsi yang satu ini.

Menempatkan Tanaman di dalam Rumah

Jika tak bisa menanamnya di luar, tanam saja di dalam rumah. Maksudnya, ada beberapa tumbuhan yang memang cocok ditempatkan di dalam interior/ruangan. Bahkan beberapa jenis juga bisa menyerap racun dalam ruangan. Contohnya Aglonema atau dikenal dengan nama “sri rejeki”.

Ia sanggup mereduksi polutan benzena yang biasa terdapat pada asap rokok, deterjen, cat, karpet, eternit, serat sintetis, dan karet. Selain itu, kau juga sanggup menanam jenis tilansia yang tidak berbunga. Adapula bunga sedap malam, yang mengeluarkan aroma kedaluwarsa mulai sekitar pukul 18.00, sehingga sanggup menjadi parfum alami di dalam ruangan.

Memaku Tanaman di Dinding

Sebaiknya pilih tumbuhan berjenis epifit, yaitu tumbuhan yang sanggup melekat pada batang pohon atau benda lain tetapi tidak merugikan, untuk dipaku pada dinding. Apabila dinding yang hunianmu miliki cukup panjang dan luas, maka kau sanggup memakukannya berselang-seling membentuk pola. Kaprikornus selain menghijaukan, tanaman-tanaman tersebut juga menjadi unsur dekoratif pada dinding.

Bagaimana, sudah siap untuk menerapkannya di dalam hunianmu? Pasti sudah siapkan. Okelah, selamat mencoba dan semoga bisa menginspirasi!

BTN Antara A24/4, 26 Agustus 2017
Read More

Hijau di Lahan Sempit (sumber : www.ideaonline.co.id)
Punya rumah tapi nggak punya taman, rasanya tuh menyerupai sayur tanpa garam. Hambar alias selalu ada yang kurang.

Eh, tapi tunggu dulu. Terkadang pemilik rumah punya alasan tersendiri loh kenapa hingga huniannya tidak punya taman atau terlihat kurang hijau. Salah satunya sebab keterbatasan lahan.

Ya, lahan yang terbatas. Persoalan lahan minim seringkali menjadi problem tersendiri bagi para pemilik rumah. Apalagi bagi yang mempunyai hobi merawat tanaman, bercocok tanam dan sebangsanya. Dimana hal ini akan mematikan hobi hingga kreatifitas yang selama ini menciptakan tetap produktif.

Masa sih hingga segitunya? Ya, sebab lahan yang minim menjadikan pemilik rumah berpikir keras untuk tidak sembarangan dalam mengatur dan mengolah ruangan di area hunian yang dimiliki. Maka jangan heran saat menemukan sebuah hunian yang tampilannya jadi kurang memikat sebab ada salah satu point yang kurang. Misalnya tidak mempunyai taman.

Rumah yang di desain sekeren apa pun, kalau tidak mempunyai taman atau umumnya kurang hijau, akan menciptakan psikologi siapa pun yang melihatnya jadi berubah. Dampaknya akan menyebabkan banyak sekali macam penilaian, mulai dari kurang menarik, niscaya gerah kalau berlama-lama di dalam, dan penilaian-penilaian lainnya yang tentu saja lebih banyak negatifnya daripada positifnya.

Nah, buat kau yang mempunyai lahan yang minim atau pas-pasan tentu lebih condong berpikir bakal susah menjadikan area tersebut terlihat hijau. Sedangkan di satu sisi, kau paham betul bahwa taman mempunyai segudang manfaat. Sekadar informasi, penghijauan di rumah tak harus selalu berpatok pada kehadiran taman. Masih ada banyak cara lain yang bisa kau lakukan kalau kau berpikir lebih kreatif lagi.

Yups, di jaman teknologi menyerupai kini ini, kau bisa menghadirkan suasana asri dan sejuk dengan banyak sekali cara. So… jangan pribadi berkecil hati, lebih-lebih lagi buat kau yang hobinya tidak jauh-jauh dari bercocok tanam. Lahan yang terbatas tidak lagi menjadi persoalan untuk menciptakan hobimu tetap hidup.

Pertanyaannya yaitu “Bagaimanakah cara mewujudkannya impian tersebut sedangkan lahan yang dimiliki minim sekali?”

Mau tahu jawabannya, berikut beberapa ide yang bisa kau lakukan untuk mengakali pemeliharaan tumbuhan dengan kondisi lahan yang terbatas. Inspirasi ini saya kutip dari www.rumahguide.id dan kemudian saya olah kembali semoga semakin menarik, tentu dengan tidak mengurangi ide di dalamnya.

Merambatkan Tanaman di Pagar

Besi-besi pagar sanggup dijadikan sebagai media untuk tumbuhan rambat. Tak hanya pagar yang bisa ditutupi dengan rambatan tanaman, tetapi juga kanopi dan roster, termasuk tembok. Ada banyak jenis tumbuhan rambat yang dijua dan bisa kau dapatkan di pasaran.

Satu hal yang harus di ingat, kalau tumbuhan tersebut sudah terlalu lebat, sebaiknya segera lakukan pemangkasan semoga serangga tak bersarang dan tidak menghalangi sinar matahari (kecuali memang difungsikan sebagai peneduh).

Menggantung Tanaman

Yang satu ini tak kalah unik, kau sanggup merawat tumbuhan dalam pot plastik yang kemudian ditambahkan kawat untuk menggantung pot. Teras, garasi, dan daerah lain yang cukup cahaya dan udara bisa menjadi pilihan daerah untuk meletakkan tumbuhan gantung. Agar tumbuhan tetap tumbuh tegak, Anda bisa menambahkan kawat dan tali-tali pengikat yang menghambat pergerakan tumbuhan selain ke atas.

Saya yakin, kau niscaya lebih kratif untuk opsi yang satu ini.

Menempatkan Tanaman di dalam Rumah

Jika tak bisa menanamnya di luar, tanam saja di dalam rumah. Maksudnya, ada beberapa tumbuhan yang memang cocok ditempatkan di dalam interior/ruangan. Bahkan beberapa jenis juga bisa menyerap racun dalam ruangan. Contohnya Aglonema atau dikenal dengan nama “sri rejeki”.

Ia sanggup mereduksi polutan benzena yang biasa terdapat pada asap rokok, deterjen, cat, karpet, eternit, serat sintetis, dan karet. Selain itu, kau juga sanggup menanam jenis tilansia yang tidak berbunga. Adapula bunga sedap malam, yang mengeluarkan aroma kedaluwarsa mulai sekitar pukul 18.00, sehingga sanggup menjadi parfum alami di dalam ruangan.

Memaku Tanaman di Dinding

Sebaiknya pilih tumbuhan berjenis epifit, yaitu tumbuhan yang sanggup melekat pada batang pohon atau benda lain tetapi tidak merugikan, untuk dipaku pada dinding. Apabila dinding yang hunianmu miliki cukup panjang dan luas, maka kau sanggup memakukannya berselang-seling membentuk pola. Kaprikornus selain menghijaukan, tanaman-tanaman tersebut juga menjadi unsur dekoratif pada dinding.

Bagaimana, sudah siap untuk menerapkannya di dalam hunianmu? Pasti sudah siapkan. Okelah, selamat mencoba dan semoga bisa menginspirasi!

BTN Antara A24/4, 26 Agustus 2017
Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda