Tampilkan postingan dengan label Hobi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hobi. Tampilkan semua postingan
Antara Profesi dan Hobi
Bisa menjalankan hobi dan profesi secara bersamaan ialah hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Bahkan saya malah menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak mungkin untuk dilakukan. Akibatnya, saya sering terkagum-kagum ketika melihat orang lain bisa melaksanakan hal demikian. Tak jarang pula saya sering bertanya-tanya, apa gerangan obat atau vitamin yang dikonsumsi dan apa resepnya hingga mencapai tahap ibarat itu?

Adakah ramuan khusus yang bisa mengakibatkan setiap insan bisa hingga ke tahap itu? Dan kalau ada, dimana dan bagaimana cara untuk mendapatkannya? Adakah yang bisa memperlihatkan petunjuk kepadaku? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya yang berseliweran dalam benak saya. Tentunya pertanyaan-pertanyaan tersebut menunggu untuk dijawab. Sayangnya, saya pun tidak tahu harus mencari jawabannya dimana dan harus ketemu siapa.

Untungnya, seiring berputarnya waktu dan pelan tapi pasti, pertanyaan-pertanyaan yang dulu memberondong kolam peluru dalam benak saya terjawab juga dengan sendirinya. Asyiknya lagi, saya tidak harus jauh-jauh mencari balasan tersebut. Tak perlu mengikuti jejak ninja hatori yang harus mendaki gunung lalu menyusuri lembah demi sebuah jawaban.

Kenapa? Karena tanpa saya sadari, jawabannya malah sudah ada pada diri saya sendiri. Terlebih lagi untuk kurung waktu dua tahun belakangan ini. Ya, tanpa saya sadari, saya ternyata telah melaksanakan hal itu. Yang tak lain ialah mengkolaborasikan profesi dan hobi gres saya. Dimana dari kerja sama tersebut mengakibatkan pikiran saya lebih terbuka, berpikir jauh ke depan, tapi masih tetap bisa rileks juga. Menarik, bukan?

Mungkin ada yang bertanya-tanya, profesi dan hobi apa sih yang saya kolaborasikan itu? Mau tahu aja, atau mau tahu pake tempe campur pake bangad.

Profesi dan hobi yang saya kolaborasikan tak lain ialah menjadi calon engineer handal dan acara menulis, dalam hal ini ngeblog yang dua tahun belakangan ini menciptakan saya ketagihan kolam seorang pecandu. Hobi gres yang malah mempertemukan saya dengan banyak orang-orang inspiratif dan dari latar yang berbeda-beda pula, ibarat ibu rumah tangga, dokter, mahir SEO, jurnalis, CEO, bupati, dan masih banyak lagi.

Dengan adanya kerja sama ini, mau nggak mau saya harus lebih melek lagi dengan perkembangan teknologi. Yang mana dari hari ke hari kemajuannya terperinci sekali terlihat sangat cepat dan pesat. Salah satunya yang dihentikan ketinggalan ialah memantau perkembangan terbaru mengenai laptop atau notebook dan sejenisnya.

Ya, tanpa laptop atau notebook, baik profesi maupun hobi akan menjadi ketinggalan zaman. Hari gini masih bertahan memakai cara manual, siap-siap kau akan di cap kuno dan bisa jadi akan jadi sasaran bullyan teman-teman kamu. Masa sih? Nggak percaya, coba saja gabung dengan kaum urban yang sudah memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam kesehariannya plus mempunyai kemampuan multitasking di atas rata-rata. Dijamin deh, kau bakal di bully habis-habisan sama mereka.

Begitu pentingnya kehadiran notebook menciptakan banyak orang berlomba-lomba untuk memilikinya. Kelebihannya yang bisa dibawa kemana-mana menciptakan semua orang tidak ingin jauh darinya, tidak terkecuali saya sendiri. Baik itu mau ke kampus, ketika mengawas proyek, ketika ngopi di warkop, ke kantor bahkan hingga bepergian ke luar kota pun notebook harus setia menemani.

Terus terang, akhir kerja sama yang saya lakukan dua tahun belakangan ini, saya mulai merasa membutuhkan sebuah senjata baru. Senjata yang tidak hanya mendukung acara saya sebagai calon engineering handal, tetapi juga untuk menyalurkan hobi gres saya (menulis) yang semakin hari semakin menjadi-jadi. Ya, saya membutuhkan senjata gres yang bisa mendukung keduanya, dalam artian senjata tersebut bisa fleksibel ibarat acara yang saya lakukan dan berbeda dari perangkat teknologi yang saya miliki sebelumnya.

Ya, sebagai generasi milenial saya harus update perkembangan teknologi dan dihentikan ketinggalan zaman. Apalagi kegiatan saya sehari-hari bersahabat juga dengan PC, laptop, internet, hingga software desain ibarat Autocad, ArchiCAD, Corel Draw, Photoshop, dan sejenisnya. Yang mana kalau sudah masuk waktu-waktu kritis (baca : deadline), PC maupun laptop yang saya gunakan niscaya akan dipaksa menyala dalam waktu yang lama. Dan rekor terakhir saya memakai laptop untuk menggambar pernah lebih dari 24 jam. Sungguh waktu yang usang dan bisa dibayangkan bakal ibarat apa kondisinya kalau dipakai selama itu. Andaikan laptop bisa berbicara, mungkin ia sudah bersujud sambil menangis demi bisa istirahat sejenak.
So, dengan acara saya yang kadang demikian lama, maka sudah semestinya saya membutuhkan perangkat teknologi yang bisa mendukung banyaknya acara yang saya lakukan. Artinya, saya harus mempunyai perangkat teknologi (contoh : laptop/notebook) yang tidak hanya canggih tetapi juga harus multitasking. Yang mana perangkat tersebut akan menjadi partner sehingga dalam mengkolaborasikan profesi dan hobi, saya tidak perlu khawatir lagi ketinggalan zaman.
Untungnya saya lahir di zaman modern, sehingga untuk mencari perangkat yang sedemikian rupa tidak perlu lagi lama-lama menunggu. Bahkan ketika pikiran dan khayalan saya belum hingga kesana, para pencipta teknologi ibarat laptop dan notebook sudah memikirkan hal tersebut. Adalah Acer yang belum usang ini meluncurkan produk gres berupa notebook 2 in 1 yang powerful dan fanless. Notebook itu di beri nama Acer Switch Alpha 12.
Kamu ingin tau ibarat apa produknya? Saya pun mencicipi hal yang sama.
Acer Switch Alpha 12, Notebook 2 In 1 Yang Powerful dan Fanlles
Acer Switch Alpha 12, perpaduan notebook dan tablet
Ah, masa sih hingga segitunya. Nggak percaya deh? Tenang, saya pun awalnya mencicipi hal yang sama. Karena sebagai seorang engineer saya tidak jauh-jauh dari perangkat canggih, mumpuni dan gahar. Yah, setidaknya saya tahu mana perangkat teknologi yang memang benar-benar canggih dan mumpuni serta kasar dan mana yang bukan.
Lalu bagaimana dengan Acer Switch Alpha 12, yang punya nama lain Acer LiquidLoop? Apakah kemampuannya sekeren namanya? Mari kita bedah keunggulannya.
Desainnya Ramping dan Fleksibel
Acer Switch Alpha 12 memang ramping
Dari segi desain dan fungsinya, Switch Alpha 12 benar-benar mengerti apa yang saya idam-idamkan. Bahkan selangkah lebih maju dari yang saya pikirkan. Ya, notebook hybrid ini mempunyai desain yang tipis dan ringan serta lebih fleksibel dari calon penggunanya. Tentunya akan sangat cocok dengan calon pengguna yang memang membutuhkan perangkat yang efisien dan bisa menjadi partner dimana pun bekerja.
Begitu fleksibelnya dan cepat menyesuaikan dengan kebutuhan, Switch Alpha 12 bisa bertransformasi dari notebook menjadi tablet maupun sebaliknya. Dengan engsel magnet yang dimilikinya, Acer LiquidLoop bisa dilepas dan dipasang kembali dari keyboard dockingnya dengan cepat dan aman. Menariknya lagi, kita bakal tetap nyaman mengetik diruangan yang minim pencahayaan. Kok bisa? Karena ternyata keyboard dockingnya punya fungsi ganda, yakni sebagai screen protection.
Keren kan?
Tanpa Kipas Pendingin
Apalagi nih, tambah bikin bengong aja. Tapi, jadi mengerti kenapa diberi nama Acer LiquidLoop? Karena LiquidLoop merupakan teknologi dengan sistem pendingin yang bisa menstabilkan suhu mesin laptop tanpa kipas. Dan dengan tidak adanya kipas di dalamnya, maka bunyi bising pun bakal jarang sekali didengar bahkan bisa jadi tidak akan pernah. Yang artinya dalam bekerja nanti baik untuk profesi maupun hobi bakal minim gangguan.
Performa Dijamin Kencang
Screen Protection
Bagi saya yang seorang engineer, urusan yang satu ini menjadi hal utama. Dengan hadirnya Prosesor Intel Core i Series ke-6, saya jadi yakin kalau notebook ini diperuntukkan juga untuk mereka yang membutuhkan perangkat kasar dalam bekerja, termasuk saya sendiri pun demikian.
Hadirnya prosesor dengan generasi yang sudah terbilang tinggi tersebut, mengakibatkan Acer LiquidLoop bisa menghadirkan kinerja kencang dan asyiknya lagi tetap ekonomis energi. Namun tak hanya itu saja, Switch Alpha 12 juga dilengkapi dengan perangkat berupa USB standar terbaru, yakni USB 3.1 gen 1 Type-C. Dengan USB type terbaru tersebut, kecepatan dalam mentransfer data bisa mencapai 5 Gbps. Nggak kebayang kan bagaimana cepatnya?
Sedangkan disisi layar, Switch Alpha 12 dibekali layar 12 inci dengan resolusi QHD (2160 x 1440 pixel). Yang artinya, pengguna bakal dimanjakan area pandang yang lebih luas, gambar yang dihasilkan tajam dan warna yang lebih baik dari banyak sekali sudut. Dan buat kau yang matanya cepat lelah ketika berlama-lama di depan notebook tidak perlu takut lagi, alasannya di dalam Switch Alpha 12 dibenamkan teknologi BlueLight Shield yang fungsinya tak lain ialah untuk mengurangi emisi cahaya biru yang dihasilkan oleh layar, sehingga resiko mata cepat rusak bahkan terkena kanker mata pun jadi minim.
Pena Digital Active Pen
Active Digital Pen
Bagi saya, ini membuatnya menjadi semakin lebih menarik dan berbeda dari perangkat teknologi lainnya yang pernah saya lihat. Hadirnya pena digital Active Pen sudah niscaya akan memperlihatkan sensasi berbeda dari perangkat teknologi lainnya. Sehingga kau yang punya kreativitas dibidang coret-mencoret ibarat halnya yang kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), akan terbantu dengan kehadiran pena digital ini.
Acer Alpha Switch 12, Perpaduan Antara Profesi Dan Hobi
Melihat keunggulan yang disematkan di dalamnya, sebagai orang yang belakangan ini mengkolaborasikan profesi dan hobi, saya jadi berkhayal lebih jauh lagi. Andai bisa mempunyai Acer Switch Alpha 12, saya yakin dimana pun berada tidak perlu ribet lagi ketika ingin menjalankan profesi dan hobi saya secara bersamaan. Karena Acer dengan Switch Alpha 12 bisa memperlihatkan itu semua bahkan lebih fleksibel ia daripada saya yang masih sedikit kaku.
Terakhir, sebagai bonus pelengkap buat kau yang nggak percaya atau masih belum puas dengan klarifikasi di atas, ada baiknya tonton video dibawah ini. 
Itulah ceritaku yang sebagian masih dalam angan-angan saja. Bagaimana dengan kamu, apakah punya kisah seru yang berkaitan profesi dan hobimu? Jika ya, sebaiknya ikutan saja Story Competition Acer Switchable Me Story Competition. Caranya? Klik saja banner dibawah ini. simpel kan?
Makassar, 5 November 2016
Foto dan sumber tumpuan :
acerid.com
Bisa menjalankan hobi dan profesi secara bersamaan ialah hal yang tak pernah terbayangkan Medan Ketika Profesi dan Hobi Didukung Oleh Acer Switch Alpha 12
Read More
Antara Profesi dan Hobi
Bisa menjalankan hobi dan profesi secara bersamaan ialah hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Bahkan saya malah menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak mungkin untuk dilakukan. Akibatnya, saya sering terkagum-kagum ketika melihat orang lain bisa melaksanakan hal demikian. Tak jarang pula saya sering bertanya-tanya, apa gerangan obat atau vitamin yang dikonsumsi dan apa resepnya hingga mencapai tahap ibarat itu?

Adakah ramuan khusus yang bisa mengakibatkan setiap insan bisa hingga ke tahap itu? Dan kalau ada, dimana dan bagaimana cara untuk mendapatkannya? Adakah yang bisa memperlihatkan petunjuk kepadaku? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya yang berseliweran dalam benak saya. Tentunya pertanyaan-pertanyaan tersebut menunggu untuk dijawab. Sayangnya, saya pun tidak tahu harus mencari jawabannya dimana dan harus ketemu siapa.

Untungnya, seiring berputarnya waktu dan pelan tapi pasti, pertanyaan-pertanyaan yang dulu memberondong kolam peluru dalam benak saya terjawab juga dengan sendirinya. Asyiknya lagi, saya tidak harus jauh-jauh mencari balasan tersebut. Tak perlu mengikuti jejak ninja hatori yang harus mendaki gunung lalu menyusuri lembah demi sebuah jawaban.

Kenapa? Karena tanpa saya sadari, jawabannya malah sudah ada pada diri saya sendiri. Terlebih lagi untuk kurung waktu dua tahun belakangan ini. Ya, tanpa saya sadari, saya ternyata telah melaksanakan hal itu. Yang tak lain ialah mengkolaborasikan profesi dan hobi gres saya. Dimana dari kerja sama tersebut mengakibatkan pikiran saya lebih terbuka, berpikir jauh ke depan, tapi masih tetap bisa rileks juga. Menarik, bukan?

Mungkin ada yang bertanya-tanya, profesi dan hobi apa sih yang saya kolaborasikan itu? Mau tahu aja, atau mau tahu pake tempe campur pake bangad.

Profesi dan hobi yang saya kolaborasikan tak lain ialah menjadi calon engineer handal dan acara menulis, dalam hal ini ngeblog yang dua tahun belakangan ini menciptakan saya ketagihan kolam seorang pecandu. Hobi gres yang malah mempertemukan saya dengan banyak orang-orang inspiratif dan dari latar yang berbeda-beda pula, ibarat ibu rumah tangga, dokter, mahir SEO, jurnalis, CEO, bupati, dan masih banyak lagi.

Dengan adanya kerja sama ini, mau nggak mau saya harus lebih melek lagi dengan perkembangan teknologi. Yang mana dari hari ke hari kemajuannya terperinci sekali terlihat sangat cepat dan pesat. Salah satunya yang dihentikan ketinggalan ialah memantau perkembangan terbaru mengenai laptop atau notebook dan sejenisnya.

Ya, tanpa laptop atau notebook, baik profesi maupun hobi akan menjadi ketinggalan zaman. Hari gini masih bertahan memakai cara manual, siap-siap kau akan di cap kuno dan bisa jadi akan jadi sasaran bullyan teman-teman kamu. Masa sih? Nggak percaya, coba saja gabung dengan kaum urban yang sudah memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam kesehariannya plus mempunyai kemampuan multitasking di atas rata-rata. Dijamin deh, kau bakal di bully habis-habisan sama mereka.

Begitu pentingnya kehadiran notebook menciptakan banyak orang berlomba-lomba untuk memilikinya. Kelebihannya yang bisa dibawa kemana-mana menciptakan semua orang tidak ingin jauh darinya, tidak terkecuali saya sendiri. Baik itu mau ke kampus, ketika mengawas proyek, ketika ngopi di warkop, ke kantor bahkan hingga bepergian ke luar kota pun notebook harus setia menemani.

Terus terang, akhir kerja sama yang saya lakukan dua tahun belakangan ini, saya mulai merasa membutuhkan sebuah senjata baru. Senjata yang tidak hanya mendukung acara saya sebagai calon engineering handal, tetapi juga untuk menyalurkan hobi gres saya (menulis) yang semakin hari semakin menjadi-jadi. Ya, saya membutuhkan senjata gres yang bisa mendukung keduanya, dalam artian senjata tersebut bisa fleksibel ibarat acara yang saya lakukan dan berbeda dari perangkat teknologi yang saya miliki sebelumnya.

Ya, sebagai generasi milenial saya harus update perkembangan teknologi dan dihentikan ketinggalan zaman. Apalagi kegiatan saya sehari-hari bersahabat juga dengan PC, laptop, internet, hingga software desain ibarat Autocad, ArchiCAD, Corel Draw, Photoshop, dan sejenisnya. Yang mana kalau sudah masuk waktu-waktu kritis (baca : deadline), PC maupun laptop yang saya gunakan niscaya akan dipaksa menyala dalam waktu yang lama. Dan rekor terakhir saya memakai laptop untuk menggambar pernah lebih dari 24 jam. Sungguh waktu yang usang dan bisa dibayangkan bakal ibarat apa kondisinya kalau dipakai selama itu. Andaikan laptop bisa berbicara, mungkin ia sudah bersujud sambil menangis demi bisa istirahat sejenak.
So, dengan acara saya yang kadang demikian lama, maka sudah semestinya saya membutuhkan perangkat teknologi yang bisa mendukung banyaknya acara yang saya lakukan. Artinya, saya harus mempunyai perangkat teknologi (contoh : laptop/notebook) yang tidak hanya canggih tetapi juga harus multitasking. Yang mana perangkat tersebut akan menjadi partner sehingga dalam mengkolaborasikan profesi dan hobi, saya tidak perlu khawatir lagi ketinggalan zaman.
Untungnya saya lahir di zaman modern, sehingga untuk mencari perangkat yang sedemikian rupa tidak perlu lagi lama-lama menunggu. Bahkan ketika pikiran dan khayalan saya belum hingga kesana, para pencipta teknologi ibarat laptop dan notebook sudah memikirkan hal tersebut. Adalah Acer yang belum usang ini meluncurkan produk gres berupa notebook 2 in 1 yang powerful dan fanless. Notebook itu di beri nama Acer Switch Alpha 12.
Kamu ingin tau ibarat apa produknya? Saya pun mencicipi hal yang sama.
Acer Switch Alpha 12, Notebook 2 In 1 Yang Powerful dan Fanlles
Acer Switch Alpha 12, perpaduan notebook dan tablet
Ah, masa sih hingga segitunya. Nggak percaya deh? Tenang, saya pun awalnya mencicipi hal yang sama. Karena sebagai seorang engineer saya tidak jauh-jauh dari perangkat canggih, mumpuni dan gahar. Yah, setidaknya saya tahu mana perangkat teknologi yang memang benar-benar canggih dan mumpuni serta kasar dan mana yang bukan.
Lalu bagaimana dengan Acer Switch Alpha 12, yang punya nama lain Acer LiquidLoop? Apakah kemampuannya sekeren namanya? Mari kita bedah keunggulannya.
Desainnya Ramping dan Fleksibel
Acer Switch Alpha 12 memang ramping
Dari segi desain dan fungsinya, Switch Alpha 12 benar-benar mengerti apa yang saya idam-idamkan. Bahkan selangkah lebih maju dari yang saya pikirkan. Ya, notebook hybrid ini mempunyai desain yang tipis dan ringan serta lebih fleksibel dari calon penggunanya. Tentunya akan sangat cocok dengan calon pengguna yang memang membutuhkan perangkat yang efisien dan bisa menjadi partner dimana pun bekerja.
Begitu fleksibelnya dan cepat menyesuaikan dengan kebutuhan, Switch Alpha 12 bisa bertransformasi dari notebook menjadi tablet maupun sebaliknya. Dengan engsel magnet yang dimilikinya, Acer LiquidLoop bisa dilepas dan dipasang kembali dari keyboard dockingnya dengan cepat dan aman. Menariknya lagi, kita bakal tetap nyaman mengetik diruangan yang minim pencahayaan. Kok bisa? Karena ternyata keyboard dockingnya punya fungsi ganda, yakni sebagai screen protection.
Keren kan?
Tanpa Kipas Pendingin
Apalagi nih, tambah bikin bengong aja. Tapi, jadi mengerti kenapa diberi nama Acer LiquidLoop? Karena LiquidLoop merupakan teknologi dengan sistem pendingin yang bisa menstabilkan suhu mesin laptop tanpa kipas. Dan dengan tidak adanya kipas di dalamnya, maka bunyi bising pun bakal jarang sekali didengar bahkan bisa jadi tidak akan pernah. Yang artinya dalam bekerja nanti baik untuk profesi maupun hobi bakal minim gangguan.
Performa Dijamin Kencang
Screen Protection
Bagi saya yang seorang engineer, urusan yang satu ini menjadi hal utama. Dengan hadirnya Prosesor Intel Core i Series ke-6, saya jadi yakin kalau notebook ini diperuntukkan juga untuk mereka yang membutuhkan perangkat kasar dalam bekerja, termasuk saya sendiri pun demikian.
Hadirnya prosesor dengan generasi yang sudah terbilang tinggi tersebut, mengakibatkan Acer LiquidLoop bisa menghadirkan kinerja kencang dan asyiknya lagi tetap ekonomis energi. Namun tak hanya itu saja, Switch Alpha 12 juga dilengkapi dengan perangkat berupa USB standar terbaru, yakni USB 3.1 gen 1 Type-C. Dengan USB type terbaru tersebut, kecepatan dalam mentransfer data bisa mencapai 5 Gbps. Nggak kebayang kan bagaimana cepatnya?
Sedangkan disisi layar, Switch Alpha 12 dibekali layar 12 inci dengan resolusi QHD (2160 x 1440 pixel). Yang artinya, pengguna bakal dimanjakan area pandang yang lebih luas, gambar yang dihasilkan tajam dan warna yang lebih baik dari banyak sekali sudut. Dan buat kau yang matanya cepat lelah ketika berlama-lama di depan notebook tidak perlu takut lagi, alasannya di dalam Switch Alpha 12 dibenamkan teknologi BlueLight Shield yang fungsinya tak lain ialah untuk mengurangi emisi cahaya biru yang dihasilkan oleh layar, sehingga resiko mata cepat rusak bahkan terkena kanker mata pun jadi minim.
Pena Digital Active Pen
Active Digital Pen
Bagi saya, ini membuatnya menjadi semakin lebih menarik dan berbeda dari perangkat teknologi lainnya yang pernah saya lihat. Hadirnya pena digital Active Pen sudah niscaya akan memperlihatkan sensasi berbeda dari perangkat teknologi lainnya. Sehingga kau yang punya kreativitas dibidang coret-mencoret ibarat halnya yang kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), akan terbantu dengan kehadiran pena digital ini.
Acer Alpha Switch 12, Perpaduan Antara Profesi Dan Hobi
Melihat keunggulan yang disematkan di dalamnya, sebagai orang yang belakangan ini mengkolaborasikan profesi dan hobi, saya jadi berkhayal lebih jauh lagi. Andai bisa mempunyai Acer Switch Alpha 12, saya yakin dimana pun berada tidak perlu ribet lagi ketika ingin menjalankan profesi dan hobi saya secara bersamaan. Karena Acer dengan Switch Alpha 12 bisa memperlihatkan itu semua bahkan lebih fleksibel ia daripada saya yang masih sedikit kaku.
Terakhir, sebagai bonus pelengkap buat kau yang nggak percaya atau masih belum puas dengan klarifikasi di atas, ada baiknya tonton video dibawah ini. 
Itulah ceritaku yang sebagian masih dalam angan-angan saja. Bagaimana dengan kamu, apakah punya kisah seru yang berkaitan profesi dan hobimu? Jika ya, sebaiknya ikutan saja Story Competition Acer Switchable Me Story Competition. Caranya? Klik saja banner dibawah ini. simpel kan?
Makassar, 5 November 2016
Foto dan sumber tumpuan :
acerid.com
Bisa menjalankan hobi dan profesi secara bersamaan ialah hal yang tak pernah terbayangkan Medan Ketika Profesi dan Hobi Didukung Oleh Acer Switch Alpha 12
Read More

Philips Mother's Day Cooking Battle, dok. Pri
Beberapa jam menjelang berakhirnya bulan November 2016, sebuah usul untuk blogger mampir di group facebook Blogger Reporter ID. Undangan itu diposting oleh salah satu member berjulukan Hani S, dimana mengajak Sahabat BRID untuk hadir di event seru yang diadakan oleh salah satu merk ternama di Indonesia dan berlokasi di Jakarta. Event yang dimaksud tak lain ialah untuk menyambut hari Ibu, yang mana selalu diperingati setiap tanggal 22 Desember.

Sebagai seorang blogger yang gres saja meraih gelar ST dan kebetulan juga merencanakan liburan ke Jakarta, saya pun pribadi mendaftar tanpa bertanya dulu mengenai merk ternama tersebut. Yah, itung-itung buat mengisi liburan dan ketemu blogger kerennya Jakarta. Hanya itu yang terlintas dalam pikiran saya dikala itu.

Singkat cerita, hari yang dinanti pun tiba, petualangan pertama saya di Jakarta pun di mulai. Meski tubuh sedikit pegal dan ngantuk alasannya ialah dikala hingga di Jakarta tidak pribadi ke kos dan harus menemani doi kerja hingga pukul 22.00 WIB, saya berusaha untuk tetap semangat demi bisa kopdar bareng blogger ibukota plus ikut program hari itu hingga tuntas. Dengan memanfaatkan moda transportasi Busway dari Halte Departemen Pertanian dan takut terlambat plus kena macet, pukul 09.00 WIB saya berangkat menuju lokasi acara. Alhasil, saya pun hingga di lokasi lebih cepat dari teman-teman blogger lainnya.

Brand Ternama Itu Bernama Philips

Philips Indonesia, (Fanpage FB Philips Indonesia)
Saat hingga di lokasi acara, saya gres paham kalau merk ternama yang di maksud ialah Philips. Namun dikala itu saya tidak memperhatikan secara keseluruhan banner yang terpasang. Saya hanya fokus ke brandnya saja dan lucunya pribadi berspekulasi menyerupai ini : “Sepertinya event ini tidak jauh-jauh dari lampu dan home decor”.

Usai berspekulasi dan untuk menghilangkan ngantuk, saya mencoba bertanya kepada panitia apakah nama saya ada di dalam daftar peserta. Dan ternyata nama saya ada di urutan pertama. Saya pun bahagia alasannya ialah sudah tiba ke program yang tepat. Namun kegembiraan itu tidak berlangsung lama, alasannya ialah tetap saja saya merasa sendirian. Apalagi event hari itu merupakan yang pertama buat saya sedangkan blogger lainnya belum juga muncul. Sambil menunggu blogger lainnya datang, saya mengisi waktu luang dengan berseluncur di dunia maya, utamanya media sosial. Tak lupa juga sambil menyeruput secangkir kopi yang sudah disediakan oleh panitia.

Philips Mother’s Day Cooking Battle

Philips Mother's Day Cooking Battle, dok. Pri
Akhirnya, sehabis menunggu hampir setengah jam lama, teman-teman blogger, media, dan komunitas lainnya mulai berdatangan. Acara pun di awali dengan makan siang. Namun saya dan dua orang sahabat yang gres saya kenal hari itu malah mencari mushola. Usai shalat barulah ikut nimbrung makan siang. Usai makan siang, akseptor pun diminta masuk ke ruangan yang telah disediakan. Tentunya dengan mengisi daftar hadir terlebih dahulu yang berada disamping pintu masuk.

Sebagai salah satu merk ternama di Indonesia, Philips tak mau ketinggalan dalam menyambut hari Istimewa yang dikhususkan buat para Ibu tersebut. Untuk itu Philips mengadakan event yang bertajuk “Philips Mother’s Day Cooking Battle”, bertempat di Thamrin Nine Ballroom, Plaza UOB GF Floor, Jakarta.

Jujur, dikala mendengar dan melihat background bertuliskan “Philips Mother’s Day Cooking Battle”, saya dan kedua orang sahabat hampir bersamaan berucap, “kayanya salah ikut event deh, inikan buat ibu-ibu. Lah, para calon bapak dan yang udah jadi bapak ngapain disini”.

Eits, tunggu dulu. Dari awal memang konsepnya sudah menyerupai itu dan itulah yang menjadikannya unik. Sebagai apresiasi buat para ibu, Philips ingin menunjukkan yang berbeda dari biasanya. Bukan lagi sekedar menunjukkan ucapan selamat, tapi kali ini benar-benar menjadi harinya para ibu-ibu. Dimana untuk menyambut hari Istimewa itu, Philips mengajak para bapak-bapak untuk mengambil alih kiprah para ibu di dapur. Ya, para bapak termasuk ayah muda diminta untuk unjuk kemampuan memasak dan kuliner itu untuk dipersembahkan pada istri tercinta. Menarik bukan?

Asyiknya lagi, para ayah tidak perlu capek-capek membawa alat masak dari rumah, alasannya ialah Philips telah menyiapkan semuanya. Ya, Philips punya peralatan dapur sendiri dan merupakan terbaru serta lebih modern dari produk sebelumnya. Diantaranya menyerupai Rice Cooker Gold HD3128 untuk menanak nasi, Philips Daily Collection Steamer untuk mengukus, Philips Table Grill untuk memanggang dan Philips Daily Blender dengan kapasitas 1,25 liter untuk membuat smoothies.

Tiga Selebriti Indonesia Unjuk Kebolehan Memasak

3 Selebriti Pria yang ditantang Philips, dok. Pri
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Philips mengajak para ayah untuk unjuk kebolehan memasak. Kali ini Philips menantang 3 pejantan tangguh yang kebetulan berprofesi sebagai selebriti, yakni Augie Fantinus, Hatna Danarda “Arda NAFF”, dan Nicky Tirta.

Namun sebelum mulai memasak, ketiganya diberikan kesempatan untuk menentukan ajun untuk mendampingi sekaligus membantu mereka memasak. Tentunya ajun yang dipilih pun harus pria, baik itu dari perwakilan blogger, media maupun komitas yang hadir. Setelah menentukan asisten, mereka juga harus menentukan undian yang nantinya akan menjadi hidangan kuliner yang akan disajikan. Dan hidangan yang terpilih, yakni Nasi Liwet Sunda dengan Pepes Tahu (Nicky Tirta), Korean Beef Rice Bowl (Augie Fantinus), dan Butter Rice with Honey Grilled Prawn (Arda NAFF).

Oh iya, tak hanya kuliner saja yang harus disajikan, tetapi juga wajib membuat minuman smoothies sesuai kreasi masing-masing akseptor lomba. Menariknya, baik seleb maupun ajun sama-sama kompak dan juga aktif dalam “Philips Mother’s Day Cooking Battle” meski dua dari akseptor lomba (Augie dan Arda) belum terbiasa dengan urusan masak memasak. Berbeda dengan Nicky Tirta yang katanya gemar memasak dan punya program masak sendiri di sebuah stasiun televisi.
Peralatan Dapur Terbaru dan Modern Dari Philips

Sumber gambar : www.liswantipertiwi.com
Masih wacana urusan masak memasak dan hubungannya dengan para ayah muda yang sedang unjuk kemampuan memasak event “Philips Mother’s Day Cooking Battle”, Philips tak hanya mencoba sesuatu yang berbeda, tetapi juga membuat sesuatu yang gres dan modern. Dimana semuanya tak lepas dari penemuan yang dilakukan tanpa henti demi memudahkan para ibu dikala bertugas di dapur.

Hasil penemuan itu tak lain berupa peralatan dapur, menyerupai Rice Cooker Gold HD3128 yang sudah dilengkapi dengan teknologi terkini. Gunanya ialah untuk membuat proses memasak jadi lebih mudah, cepat dan kondusif serta memungkinkan seluruh anggota keluarga mencicipi pengalaman memasak yang lebih menyenangkan, termasuk para ayah.

Sumber : www.philips.co.id
Keunggulan dari Rice Cooker Gold HD3128 ialah 3x lebih kuat, lebih tahan gores, mempunyai 5 lapis ProCeramic, memakai teknologi 3D Heating, membuat setiap bulir nasi matang dengan tepat dan menjaga nasi tetap hangat hingga 48 jam.

Tak hanya Rice Cooker Gold HD3128 saja, Philips juga punya produk gres lainnya, menyerupai : 
  • Dialy Collection Steamer. Dengan bentuknya yang transparan, aktivitas mengukus menjadi lebih simpel alasannya ialah bisa melihat kecukupan air. Solusi yang pas buat kau yang suka mengukus dengan panci dan punya kebiasaan lupa maupun was-was air dalam panci cepat menguap/habis. Menariknya lagi, ada timer untuk mengatur usang pengukusan. Oh iya, steamer ini memakai tenaga listrik sehingga lebih kondusif digunakan. Cocok bangad buat kau yang kadang lupa matikan kompor maupun lupa kuliner alasannya ialah asyik nonton sinetron di TV.
  • Daily Blender HR2056. Eits, jangan lihat bentuknya yang kecil, tapi lihatlah kegunaan dan kekuatannya. Meskipun bentuknya kecil, tapi berpengaruh kok buat hancurin es batu. Jar plastiknya tahan usang dan tahan pecah. Untuk kapasitas blendernya kurang lebih 1 L dan cocok buat keluarga kecil.
  • Table Grill. Alat yang satu ini mempunyai 2 fungsi. Sisi halusnya bisa dipakai untuk menumis dan sisi yang satunya lagi bisa untuk bakar ikan, ayam dan semacamnya. Uniknya, kau tidak akan melihat asap tebal dikala memakai sisi yang satu ini. Bahkan kau juga bisa mengatur temperatur dikala memanggan loh.

Ada Koin Emas Buat Kamu Yang Suka Bergaya Depan Kamera

Dalam rangka menyambut hari Ibu, Philips mengajak kau yang suka foto untuk mengikuti foto competition bersama keluarga dengan rice cooker Philips. Hadiahnya tak tanggung-tanggung loh, ada 180 koin emas dan juga hadiah utama senilai 8 juta rupiah. Periode kompetisinya hingga 31 Desember loh, masa kau nggak tertarik.

Caranya pun simpel pake banget. Cukup like fanpage facebook Philips Indonesia aja. Setelah itu, tinggal upload deh foto kau bareng keluarga dan produk Rice Cooker terbaru dari Philips. Jangan lupa juga untuk menunjukkan deskripsi yang menarik serta cantumkan nama keluarga dan domisili masing-masing plus lengkapi juga dengan hastag berikut : #KemilauEmasPhilips.

Bagaimana, simpel kan? Ya udah, saya tidur dulu ya. Bye-bye semuanya, jangan lupa ikutan foto competition ya.

Brigif Jaksel, 18 Desember 2016
Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda